Semarang, pmiirada.co.id- Lembaga Pers Kejora mengadakan workshop jurnalistik  dengan tema “Mengembangkan Kreativitas dan Kesadaran Jurnalis Sesuai Nilai Jurnalisme” yang bertempat di BLK Anshor Tembalang. Lembaga Pers Kejora melaksanakan observasi  di Taman Tirto Agung untuk melaksanakan liputan. Taman Tirto Agung sendiri merupakan salah satu destinasi hiburan bagi warga setempat yang berada di Kecamatan Banyumanik. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, (03/03/24)

Di salah satu sudut taman, tim kami tertarik pada bapak penjual takoyaki yang ditemani oleh putri sulungnya yang masih berumur tujuh tahun. Beliau bernama Bapak Edi, berumur 36 tahun, yang ternyata masih beralamat tinggal di sekitar lingkup taman tersebut. Beliau berjualan disana setiap hari. Pada hari Senin-Sabtu, beliau berjualan mulai pukul 17.00 WIB, sementara pada akhir pekan beliau mulai sejak pagi pukul 06.00 WIB. Alhamdulilah dagangan pak Edi senantiasa habis walaupun terkadang beliau harus berjualan hingga larut malam. Bahkan beberapa dari pelanggan sudah menjadi langganan.

“Keluh kesahnya mungkin cuma  masalah telurnya, Mas. Harganya mahal, terus nyarinya juga susah. Soalnya saya membelinya langsung di peternak di Gunung Pati atau Padangsari.” tutur Pak Edi ketika kami tanya perihal lika-liku berjualan.

“Sementara ini masih memakai telur puyuh dulu, Mas. Soalnya kalau telur ayam itu mahal, satu kilo saja itu sama dengan satu dus telur puyuh.” ungkap Pak Edi yang sebenarnya sempat hendak menggunakan telur ayam sebagai bahan utama takoyakinya. Pak Edi juga menambahkan bahwa hasil jualan telur puyuh tiap dusnya bisa mencapai Rp. 450.000.

Di sisi lain, tim kami juga sempat mewawancarai kakak beradik bernama Mas Rama dan Mas Restu yang menjual jasa sewa mainan mobil-mobilan milik paman mereka. Sang Adik berjualan setiap hari, sedangkan si Kakak hanya bisa menemani di akhir pekan.

Kedua kakak beradik menuturkan bahwa perbedaan hari-hari biasa dan weekend cukup besar.

“Untuk hari biasa tidak tentu. Biasanya sekitar Rp. 500.000, sedangkan pada weekend bisa mencapai Rp. 2.500.000.”

Terakhir, Mas Restu menambahkan bahwa semua penjual di Taman Tirto Agung harus membayar uang iuran kebersihan seminggu sekali. “Di sini tidak menyewa, tapi cuma membayar uang iuran seminggu sekali, ” tutupnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top