Semarang, pmiirada.or.id –  Sebagai wisata taman bermain dan kuliner di Kecamatan Banyumanik Taman Tirto Agung selalu ramai pengunjung. Para warga sekitar taman menikmati waktu liburnya dengan berkunjung ke taman pada Minggu, (03/03/24).

Beberapa stand kuliner yang dijajarkan beraneka ragam, seperti telur gulung, papeda, cilor dan berbagai macam minuman segar lainnya. Salah satu stand penjual minuman yang sudah berdagang selama 7 tahun mengaku adanya Taman Tirto Agung ini mampu membantu meningkatkan perekonomiannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 “Alhamdulillah, untuk pemasukan dalam Setiap harinya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kisaran yang saya dapat dalam sehari bisa mencapai  Rp.100.000,- sampai Rp.200.000,-,“ ujar salah satu penjual es di taman Tirto Agung.

Bukan hanya sekedar tempat untuk menikmati kuliner. Namun, taman Tirto Agung juga diakui sebagai tempat wisata yang tepat untuk mengedukasi anak-anak tentang alam sekitar dan ditambah dengan adanya beberapa permainan guna meningkatkan keaktifan anak dan kekreatifan anak.  Beberapa permainan yang diminati seperti mobil-mobilan, melukis, memancing dan memasak. Terlihat beberapa pengunjung yang menikmati liburan keluarga dengan menemani anak bermain.

 “Bagi saya yang kurang menyukai asap rokok, taman ini menjadi pilihan yang tepat bagi saya untuk mengedukasi anak akan lingkungan alam sekitarnya. Saya datang ke taman Tirto Agung ini mungkin sekitar satu bulan dua kali untuk mengisi waktu  senggang dengan bermain bersama anak,” ujar Erly yang sedang menemani anaknya bermain di salah satu wahana permainan di taman Tirto Agung.

Terakhir sepasang sejoli menuturkan bahwa suasana di taman akan terasa semakin ramai apabila dikunjungi pada malam hari. Mereka mengaku bahwa keramaian merupakan salah satu alasan bagi mereka untuk mengunjungi taman Tirto Agung.

“Saya tertarik melihat pengunjung yang ramai datang ke taman ini, begitu juga dengan pasangan saya yang sering datang ke sini pada malam hari, karena suasana yang semakin ramai membuat semakin menari,” tutupnya.

penulis : bumbastik

editor ; aida saskia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top