Jika yang diperebutkan manusia adalah benda.
Ia lupa, bahwa suatu saat nanti kita kembali-Nya.
Engkau ada, aku ada.
aku tiada, Engkau selalu Ada.
Perihal Kasih-Sayang, Engkau segalanya dalam diriku.
Engkau adalah keindahan, kelembutan-kelembutan prosa dalam qalbuku.

Engkau adalah tatanan final dalam konstruksi bahasa cintaku.
Engkau adalah Allah, dalam penyebutan nama paling agung dihatiku.
Engkau yang setiap hari kuucap-ucap. Menyelinap dihatiku.

Kota Semarang, 13 Maret 2024.

a/n Arif Hidayat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top