Malam tanpa bintang-bintang
garis lintang yang memudar
awan hitam pekat
hawa dingin, menggigilkan hati, melumpuhkan akal-akal pemberontakan
ia adalah Eco
lahir, menghadirkan konfrontasi-konfrontasi bagi pembacanya
perihal "kebenaran harus ada fakta keadilan."
seorang papa tua, berjalan menyusur jauh ke dalam hati
jiwa-jiwa yang kehilangan kebahagiannya,
pada apa engkau merayu bunga Kanti semerbak layu itu
pada jejalan bahasa,
engkau Eco, membawa konfrontasi melawan konfrontasi
Di ujung yang tiada akhir itu,
seorang tua merayu malam
bahwa "anak manusia bisa membunuh hidup atas nama apapun,
bahkan atas nama cinta, ia pasti mengancammu."
Karya : Sahabat Arif
Kota Semarang, 16 Maret 2025.
comment 0 Comments
more_vert