Langit tak secerah dulu,
padahal takbir berkumandang pilu.
Aku ingin bersuka cita,
namun nyeri ini tak jua sirna.
Di sana, Palestina masih berduka,
bumi mereka terbakar amarah,
rumah-rumah luruh bersama doa,
anak-anak terpejam sebelum waktunya.
Di sini, negeri sendiri pun terluka,
pemimpin rakus berebut takhta,
rakyat kecil kehilangan kerja,
mimpi-mimpi terpaksa terkubur nyata.
Lantas, benarkah ini hari kemenangan?
Saat tangis lebih lantang dari tawa,
saat keadilan terasa fana,
saat doa terasa penuh luka.
Jika kemenangan berarti berbagi,
maka izinkan air mataku menjadi saksi,
bahwa hari ini bukan sekadar pesta,
tapi doa panjang untuk mereka yang masih berjuang.
Karya : Sahabati Naela Izzati
comment 0 Comments
more_vert